|
|
|
Ikut Bimbingan belajar? Perlu tidak? |
|
|
|
Oleh: ARIEF ACHMAD*)

KETIKA hasil ulangan harian dilaporkan kepada orang tua siswa dalam bentuk laporan tengah semester, maka terdapat beragam hasil dengan bermacam reaksi. Ada yang cukup puas karena menggambarkan pencapaian belajar siswa selama ini sehingga nilai mata pelajaran (MP)nya tuntas (¡Ý KKM, sama dengan/lebih dari nilai Kriteria Ketuntasan Minimal). Ada yang tidak puas karena nilainya di bawah KKM. Ada pula yang tidak puas, meskipun nilainya tuntas tetapi tidak sesuai dengan target pribadinya, yang menghendaki nilai MP tertentu lebih besar dari KKM.
Orang tua dan siswa dari dua kelompok terakhir ini tentu saja akan berusaha habis-habisan supaya keinginannya tercapai, yaitu nilai MP mencapai ketuntasan atau sesuai dengan target pribadinya. Upaya instant yang dapat ditempuh untuk mendongkrak prestasi belajar siswa adalah dengan mencari pelajaran tambahan di sekolah, memanggil guru privat ke rumah, atau ikut bimbingan belajar (bimbel). Ketiganya membawa konsekuensi logis secara ekonomis, yakni memerlukan dana-biaya.
|
|
Read more...
|
|
Written by admin
|
|
Monday, 02 November 2009 03:59 |
Saat ini kita hidup di era yang kemajuan dan peradaban modern yang menuntut suatu kemampuan dan keahlian mumpuni agar dapat bersaing. Peluang dan tantangan sama kuatnya tersaji di depan kita, memiliki kemampuan identik dengan keberhasilan atau mungkin sebaliknya yang akan terjadi. Belajar hal Formal dan Non Formal untuk meningkatkan kualitas "soft skill dan hard skill" pada diri kita (IQ, SQ, EQ dan PQ)
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
|
|
Page 1 of 4 |